May 18, 2024

BRN | Jakarta – Assalamualaikum warahmatullahi Swastiastu Namo Buddhaya, salam kebajikan. Melalui rilis ini kami yang (Jaringan Aktivis Indonesia) dan tergabung dalam JARAK INDONESIA Aliansi Mahasiswa Lingkar Nusantara melalui surat ini kami menyapa.

POLRI sebagai salah satu lembaga penegakan hukum di indonesia yang menjadi ujung tombak pertama bagi masyarakat dalam penegakan hukum di indonesia. Tetapi melihat beberapa waktu kebelakang beberapa masalah yang terjadi pada bangsa ini, banyak muncul dugaan keterlibatan oknum oknum anggota POLRI yang tidak bertanggung jawab, yang menarik perhatian tidak juga sehingga banyak masalah yang terurai semuanya namun hilang ditelan bumi.

Beberapa waktu yang lalu muncul sebuah video testimoni dari seorang mantan anggota POLRI Bernama “Ismail Bolong” dimana dalam video kesaksian pengakuannya Ismail Bolong menyatakan bahwa dalam kurun waktu beberapa tahun melakukan aktivitas pengeboman ilegal 2020 SD Agustus 2021. Kemudian dalam kurun waktu Juni pengakuannya juga Ismail Bolong menyebutkan bahwa selama melakukan
penambangan ilegal di wilayah Kalimantan Timur, dia berkoordinasi dengan Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH,MH yang dimana penawaran (KABARESKRIM). Akan tetapi
sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Asmail Bolong setelah munculnya video pengakuan pengakuan tersebut, kembali meralat pengakuannya tersebut dan mengatakan bahwa dirinya dalam tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang saat ini menjadi penembakan dalam kasus penembakan di duren tiga.

Menjadi pertanyaan bagi kami bahwa kenapa Komnjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH sebagai KABARESKRIM tidak melakukan pengusutan terhadap pengakuan Ismail Bolong yang dianggap HOAX. Dalam pengakuannya tersebut juga kemudian muncul nama seorang pengusaha batubara yang mempunyai julukan “Ratu Batubara” dan nama pengusaha tersebut adalah Tan Paulin. Nama Tan Paulin bukan baru kali ini saja terdengar di publik dari banyaknya tambang batu bara ilegal milik Kaltim semua tidak pernah tersentuh hukum.

Perlu diingat, nama Tan Paulin ini pernah disebut juga oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Nasir saat rapat dengan Menteri ESOM Arifin Tasrif. Sesat itu dalam ROP disebutkan bahwa kegiatan penambangan diduga ilegal di wilayah Kalimantan Timur yang dikuasai oleh Tan Paulin atau dikenal ‘Ratu Batu Bara”. Ajaibnya, disebutkan bahwa penambangan ilegal yang dilakukan menghasilkan 1 juta ton per bulan dan ajaibnya semua batu bara tersebut di ekspor ke luar.

Jaringan Aktivis Indonesia sejak bulan maret 2022 sudah berulang kali mendesak KABARESKRIM untuk menangkap “Tan Paulin” sang Ratu Batubara”. Diduga operasi penambangan ilegal yang dilakukan oleh Tan Paulin adalah melakukan praktik penambangan ilegal di area koridor deng ggunakan modus dok terbang. Tetapi KABARESKRIM tidak pernah memberikan tanggapan atas desakan yang kami lakukan.Dengan munculnya video pengakuan yang di lakukan ismail bolong tentang adanya konsorsium batubara semakin membuka tabir kebenaran.

Sehingga dugaan kuat Kami bahwa ada sekelompok jendral jendral yang membengkingi Tan Paulin dan yang sangat disayangkan adalah nama Bapak Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH,MH sebagai KABARESKRIM juga terseret. Perlu diketahui sejak awal kami mengungkapkan masalah terkait Tan Paulin tidak pernah ada tanggapan. Semua ini semakin terbuka lebar tabir kebenarannya. Perihal Tan Paulin juga Jaringan Aktivis Indonesia juga sudah menyampaikan hal ini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI pada tanggal 4 Juli 2022 yang di hadiri langsung oleh Sugeng Suparvoto selaku Ketua Komisi VII DPR RI. Tetapi sampai hari ini juga tidak ada tindak lanjut dari laporan kami. Kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal ini.

Seharusnya sejak nama Tan Paulin ini terungkap ke publik Seharusnya KABARESKRIM harus bergerak untuk memeriksa dan menangkap Tan Paulin, tetapi sampai hari ini sejak persoalan ini dibuka kembali di publik KABARESKRIM juga tidak bergerak untuk menyelesaikan persoalan ini, semua ini seakan akan jngin ditutup begitu saja. Kemudian beberapa hari Jalu muncul sebuah diagram dengan latar belakang gambar PROPAM Mabes Polri dengan judul “ALIRAN UANG KOORDINASI DARI PARA PENAMBANG BATU BARA ILEGAL DI WILXUM POLDA KALTIM” yang dimana didalam diagram gambar tersebut tertulis beberapa nama-nama anggota POLRI yang diduga menerima aliran dana dari para penambang ilegal dan nama-nama tersebut jugasampai hari ini tidak memberikan solusi atas munculnya diagram.

Oleh karena itu kami Jaringan INDONESIA) dengan ini meminta kepada Divisi Profeal dan Pengamanan (DIV PROPAM) MABES POLRI untuk memeriksa nama nama tersebut atas dugaan dugaannya dalam praktik penambangan ilegal. POLRI harus segera bertindak dan memeriksa semua kebenarannya, jika masalah ini juga tidak diselesaikan dan mafia mafia batubara juga tidak ditangkap POLRI kedepan, dengan dugaan ini akan mengecam citra yang diduga dibekingi sejumlah jendral

adanya konsorsium batubara jendral di POLRI bahkan sampai menyeret nama KABARESKRIM Komjen Pol Agus Andrianto. Jika masalah ini juga tidak diselesaikan oleh POLRI melalui Div PROPAM MABES POLRI, maka ini akan menambah panjang daftar citra buruk POLRI di kemudian hari. Nama nama tersebut diantaranya adalah

1. Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH (KABARESKRIM) 2. Kombes Pol Budi Haryanto, SIK, MH
3. Irjen Pol Herri R, Nahak
4. Brigjen Pol Hariyanto
5. Kombes Pol Jefrianus ET
6. Kombes Pol Gatut K.
7. Kombes Pol Tatar N.
8. Kombes Pol Indra L. A
9. AKBP Bimo A. 10. Kombes Pol Bharata Indrayana, SIK

II. Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono, SH, M.Si

Selain itu, dalam diagram tersebut juga dituliskan bahwa POLRES AMARINDA, POLRES KUTAI KARTANEGARA, POLRES PASER juga ikut menerima liran dana tersebut. Oleh karena ini kami pemuda indonesia yang aktif atau berpartisipasi dalam mengawal pembangunan bangsa ini berharap besar ihwa Div. PROPAM Mabes POLRI dapat menuntaskan dan memeriksa nama nama rsebut atas tuduhan yang telah bergulir ke publik dan tekhusus bapak KAPOLRI dapat membongkar praktik korutif yang ada di dalam tubuh POLRI

Hormat Kami,

JARINGAN AKTIVIS INDONESIA
ALIANSI MAHASISWA LINGKAR NUSANTARA

(Jurnalis Christy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *