June 17, 2024

BRN | Jakarta – DPP Taruna Merah Putih menggelar diskusi publik bertemakan *; Bahaya dan antisipasi menghadapi politik identitas jelang pemilu 2024,* pada jumat 23 Desember 2022.

Sekaligus syukuran ulang tahun yang ke 53th ketum nya Maruarar Sirait yg biasa dipanggil bang Ara yang juga putra Alm.Sabam Sirait salah satu dari tokoh politik dinegeri ini.

Bertempat dikantor DPP Taruna Merah Putih Jln.Prof.Mohamad Yamin Menteng Jakarta, acara diawali dengan potong tumpeng dan potong kue ultah.
Hadir sekjen Taruna Merah Putih ; MM.Restu Hapsari, Rieke Diah Pitaloka dari PDIP dan beberapa Nara sumber, para ketua organisasi Pemuda.

Acara berlanjut diskusi publik bagaimana kita mendengar para Mahasiswa sebagai ketua organisasi tentang pandangan politik identitas di negeri ini. Politik identitas sangat tidak baik untuk kedepan.

Belajar dari pengalaman dari tahun 2014-2019 politik identitas masih menyisakan konflik bangsa, perselisihan masyarakat masih terasa sampai saat ini.
Oleh karena itu kita harus komitmen bersama-sama menjaga falsafah Bhinneka Tinggal Ika harus tetap kita junjung tinggi.

Politik identitas tidak konstantif untuk pembangunan bangsa kita. Harus kita narasikan bersama untuk elemen bangsa, semua pemuda harus bersatu untuk Indonesia. Secara agama dan kesukuan apabila bertabrakan kita siap kontak narasi.

Setiap elemen bangsa harus bersatu untuk mencapai cita-cita terdahulu, walaupun berbeda suku bangsa dan agama kita tetap bersama membangun NKRI.
Falsafah Bhinneka Tunggal Ika harus tetap kokoh dimomen 2024.

Ketum Maruarar Sirait dalam wawancara dengan jurnalis Christy menanggapi “saya usai mendengar para Ketum Milenial merasa bangga dan optimis bangsa Indonesia yang besar ini kelak akan dipimpin oleh orang besar pula.

Mereka menyampaikan pandangan untuk Indonesia kedepan, pemimpin negeri ini harus pancasilais sejati, harus dapat memimpin berbagai masyarakat yang berbeda-beda, pemimpin yang sudah teruji, karena bangsa ini bangsa yang besar.”

“Kita harus optimis Indonesia akan baik-baik saja, karena para Mahasiswa berfikir positif, velue positif, berkarakter positif, menyejukkan hati sehingga efeknya akan baik untuk Indonesia kedepan.”

Demikian ketum menanggapi narasumber Saiful Mujani Ph.D research dan Consulting (SMRC) & dimoderatori oleh Chrisman Damanik SH. Semoga Indonesia akan lebih baik lagi dalam pesta demokrasi politik.

(Jurnalis Christy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *