May 20, 2024

BRN | Jakarta – Ketua Umum GERAKAN RAKYAT PEDULI BANGSA INDONESIA (GRPB INDONESIA) Mengecam Keras Pelarangan Ibadah Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Bandar Lampung. Hal ini di sampaikan Oleh Oscar Pendong, Kejadian pada hari Minggu 19 Februari 2023 di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Bandar Lampung adalah suatu bentuk adanya intoleransi yang menciderai kerukunan umat beragama yang ada di Indonesia, hal ini di sampaikan melalui Whatsapp kepada jurnalis beritarakyatnusantara.com, Senin 20/2/23.

Lebih lanjut Oscar Pendong menjelaskan, dalam hal ini Negara tidak boleh kalah oleh Oknum-oknum maupun perangkat Pemerintah baik yang ada di daerah maupun yang di pusat, serta element – element masyarakat lainnya, negara harus tetap mempertahankan kebhinekaan yang ada di Indonesia sebagai sifat asli bangsa ini yang selalu menjaga keindahan keberagaman baik agama, budaya, suku, ras, golongan dan etnis yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Dunia sudah mengakui bahkan banyak yang mengadopsi kebhinekaan Tinggal Ika kita dan Dasar Negara Kita yang Pancasila sebagai ideologi bangsa ini,” ujarnya.

Ketum GRPB Indonesia Oscar Pendong (Kiri) Bersama Sekjen GRPB Indonesia Afent Sarfianto (Kanan)
Ketum GRPB Indonesia Oscar Pendong (Kiri) Bersama Sekjen GRPB Indonesia Afent Sarfianto (Kanan)

Lebih jauh Oscar Pendong Menambahkan, Kami teman – teman dari AKTIVIS pergerakan yang bergerak bersama GERAKAN RAKYAT PEDULI BANGSA INDONESIA (GRPB INDONESIA) sangat mengecam keras tindakan yang tidak mencerminkan kepribadian asli bangsa ini, kami berharap aparat penegak hukum turun tangan untuk menyelesaikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini, agar Kedepan tidak akan ada lagi kejadian – kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Negara harus menjamin kebebasan bagi pemeluk agama agar bisa beribadah dengan tenang dan nyaman, baik terhadap umat Muslim & Non Muslim, besar harapan kita semua masyarakat yang ada di Indonesia bisa hidup rukun dan damai sampai selama – lamanya,” pungkasnya.  *(LI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *