May 30, 2024

BRN | Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPP GPEI) gelar Rakernas DPP GPEI Ke-1 Tahun 2023, mengambil tema, ” Industri Agro Dan Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Ekspor Nasional, “. Bertempat di Ball Room Angsana I, Holiday In Jakarta, Senin (06/03/2023).

Hadir pada Rakernas ini Pengurus DPD GPEI dari seluruh Indonesia.

Rakernas ini juga di hadiri oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia ( GPEI ), Benny Soetrisno, serta Sekjen GPEI, Toto Dirgantoro.

Ade Siti Muksodah (Ade SM) Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah mengatakan dengan Rakornas ini kita berharap semoga bisa mendongkrak nilai devisa dan juga export yang akhir- akhir ini mulai menurun.

“Untuk Rakornas ini sangat kita harapkan, yang pertama adalah bisa mendongkrak nilai dari devisa dan juga ekspor yang akhir – akhir ini agak menurun, terutama di daerah-daerah dan juga yang kita harapkan juga bisa tersinergi antara pengusaha dengan birokrasi yang bersangkutan dan kita harapkan juga koordinasi dari para birokrat atau pemangku regulasi yang bisa memberikan kemudahan tidak hanya kemudahan tetapi juga fasilitasi untuk segala hal yang memberikan percepatan untuk ekspor, “terang Ade SM saat ditemui di sela – sela acara Rakernas, Senin (06/03/2023).

Lebih lanjut, sambung Ade, yang kedua adalah mempermudah para eksportir untuk bisa mengembangkan ekspornya ke seluruh mancanegara terutama negara-negara yang belum kita jamah, kalau pasar-pasar tradisional itu sudah kita bisa atasi, Sekarang kita cari yang non tradisional seperti Afrika atau negara – negara Mediterania dan sebagainya yang belum bisa kita jangkau.

Tentunya ini bukan tanpa hambatan meskipun secara bisnis atau secara kultural dan sebagainya itu kita tidak ketinggalan dan Indonesia itu tidak mencari tapi dicari di seluruh dunia. kita dicari, sekarang importir yang paling tinggi ke kita adalah dari China mengalahkan Amerika, tetapi bukan berarti kita meninggalkan Amerika tetapi kita memperluaskan Amerika di Amerika Latin, Amerika Selatan dan lain-lainnya yang meskipun itu negara-negara yang kecil penduduknya dan sebagainya tetapi potensi sangat besar sekali untuk produk-produk kita bisa masuk ke sana. kemudian di sekitar Mediterania atau di sekitar Eropa timur dan lainnya juga masih belum terjangkau kita mengambil pasar di situ.

Sekarang harus kita tingkatkan juga peluang dari pasar-pasar daerah-daerah perang. yang saat ini diambil oleh China, tapi China sendiri mengambil dari kita juga, Oleh karena itu kalau bisa kita yang harusnya langsung ke sana, bukan lewat China lagi. Namun hal ini belum bisa kita lakukan, karena saat ini kita masih terkendala di akses birokrasi dan juga akses untuk pendanaan yang masih kurang sekali, “ujarnya.

Ketiga adalah kita mengharapkan dari ekspor itu sendiri untuk bisa mengembangkan produk-produknya dan juga kita berharap bisa bersinergi antara UKM dan juga pengusaha besar. Dan juga ketersediaan bahan baku, ketersediaan untuk pengadaan bahan kerja, juga pendanaan dan lain-lainnya kita bisa bangun sinergi dengan pihak-pihak terkait seperti perbankan atau perusahaan-perusahaan besar yang bisa kita korelasikan dengan produk-produk UKM, “tuturnya.

Menurut Ade SM tiga hal yang disampaikan nya tersebut bukan merupakan isu dari daerah-daerah, tetapi ini merupakan isu nasional dari kita dan yang paling utama adalah sub sektor hilirnya, jadi hilirnya harus kita bangun juga harus kita penetrasi bahwa tidak hanya pasar-pasar tertentu yang kita dapatkan tapi juga kita harus pandai-pandai terutama birokrasi yang bersangkutan, harus bisa kordinasi dengan kita supaya bisa membantu membuka peluang pasar negara-negara baru, “jelasnya.

Ketika ditanya tentang apa yang menjadi pioner atau unggulan di Jawa Tengah sendiri, Ade SM menjelaskan, Jateng menjadikan TPT (Tekstil dan Produk tekstil) , furniture berserta turunannya sebagai primadona ekspor. Selain itu juga menurut Ade, Jawa tengah juga sudah menggeliat lagi ke produk makanan dan minuman, yang terbuat dari rempah-rempah yang sudah terinovasi.

Bahkan sekarang juga kita di Jawa Tengah lagi di galakan produk-produk briket. kita di satu negara saja di Jordan bisa ekspor 10 juta ton dalam sebulan.

Harapannya, kita akan tetap solid disini dan meningkatkan export yang merupakan satu andalan kita dan poin yang paling utama, karena negara tanpa export devisa tidak akan ada. Dan yang paling penting adalah tentang DHE (Devisa Hasil Export), yang mana dari BI bisa memberikan interest yang tinggi sehingga DHE bisa di Indonesia, tidak diberikan kepada negara lain, “tutupnya.  *(LI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *