May 18, 2024

BRN | JAKARTA – Memasuki masa akhir persidangan Gus Nur yaitu pembacaan putusan hakim yang akan digelar pada Selasa 18 April 2023 di pengadilan negeri Solo itupun kini mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak.

Selain para tim pembela yang meminta Gus Nur untuk dibebaskan, praktisi hukum serta pengamat, masyarakat juga meminta agar Gus Nur dibebaskan dari segala tuntutan.

Tak terkecuali Jalih Pitoeng. Aktivis kelahiran betawi yang dikenal kritis inipun meminta kepada majelis hakim untuk membebaskan Gus Nur dari segala tuntutan hukum.

“Kita minta agar majelis hakim membebaskan Gus Nur dari segala tuntutan hukum” ungkap Jalih Pitoeng, saat ditemui usai sholat Jum’at, Jum’at (14/03/2023).

“Negara kita adalah negara hukum. Maka hukum harus ditegakan dengan seadil-adilnya” imbuh Jalih Pitoeng.

“Jangan sampai orang yang tidak bersalah dihukum, sementara orang yang bersalah justru berlenggang karena memiliki kekuasaan” lanjut Jalih Pitoeng mengingatkan.

Terkait tuduhan menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran sebagaimana yang dituduhkan pada Gus Nur, Jalih Pitoeng aktivis yang dikenal sangat berani sekaligus pernah menjadi terpidana korban ‘Demokrasi Hitam’ 2019 ini justru balik bertanya.

“Saya adalah salah satu korban Demokrasi Hitam. Jangan sampai orang yang tidak bersalah justru yang dihukum” Jalih Pitoeng menegaskan

“Bagaimana dengan mobil ESEMKA yang jelas-jelas ghaib sampai sekarang. Bahkan Jokowi pernah mengatakan ada 6 ribu yang sudah memesan. Mana, siapa?” Jalih Pitoeng balik bertanya.

“Itu yang harus di Makzulkan dan dihukum karena telah menyebarkan berita bohong. Bukan orang yang menjalankan syariat agamanya dengan Mubahalah” tegas Jalih Pitoeng.

Selain itu, Jalih Pitoeng selaku ketua umum PEWARIS (Persatuan Wartawan Islam Indonesia) juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan wartawan untuk melakukan peliputan dan pemberitaan yang berimbang serta tidak terpapar virus Islamphobia.

“Kepada rekan-rekan wartawan yang mengemban tugas mulia, saya mohon untuk melakukan peliputan dan pemberitaan yang baik, benar dan berimbang. Jangan sampai terkena virus Islamphobia” pinta Jalih Pitoeng.    *(LI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *