May 20, 2024

BRN | JAKARTA  – Dewan Direksi, Komisaris dan Management PT. Pradiksi Gunatama, Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Dan Publik Expose Tahun 2023, Bertempat di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (30/05/2023).

Hadir pada acara Publik Expose ini Jooyoung Lee (Direktur Utama), Tamlikho (Direktur Utama), Donisius.G (Finance and Accounting), Mohammad Reza (Corporate Secretary).

Dibuka dengan perkenalan Dewan direksi oleh Mohammad Reza (Corporate Secretary).

Dilanjutkan dengan pemaparan materi Publik Expose oleh Bapak Tamlikho (Direktur Utama) yang membahas tiga hal yaitu : Kinerja Operasional, Kinerja Keuangan, Rencana Strategis.

PT. Pradiksi Gunatama, Tbk, Merupakan perusahaan yang didirikan tahun 1995 dan di akuisisi tahun 2017.

Kinerja Operasional :

1. PT. Pradiksi Gunatama, Tbk, Memiliki lahan Hak Guna Usaha (HGU), tahun 2022 (sebelum merger) Hak Guna Usaha (HGU) sebesar 22.587 Ha, Areal Tertanam : 12.897 Ha terdiri dari : Tanaman Menghasilkan (TM) : 12.510Ha, Tanaman Yang Belum menghasilkan (TBM) 387 Ha, “ucap Tamlikho.

Lebih lanjut, Tamlikho menjelaskan bahwa Tahun 2023 ( Setelah Merger) Hak Guna Usaha (HGU) sebesar 38.991Ha, Areal Tertanam : 20.264Ha terdiri dari : Tanaman Menghasilkan (TM) : 17.708 Ha, Tanaman Yang Belum menghasilkan (TBM) 2.556Ha.

2. Produksi Tandan Buah Segar (TBS).

3. Produksi Minyak Kelapa Sawit (CPO).

Kinerja Keuangan teridiri dari :

1. Laporan Produksi dan Penjualan

2a. Laporan Analisa Laba Rugi

2b. Analisa Laba Rugi

3. Laporan Posisi Keuangan

Analisa Laba Rugi

Penurunan laba triwulan I 2023 dibandingkan dengan Triwulan I 2022 dikarenakan adanya penurunan rata- rata penjualan CPO dan Kernel.

Triwulan I

Harga rata -rata  CPO di Tahun 2022 Rp. 14,226/kg di Tahun 2023 Rp. 11.556 /kg, mengalami penurunan 19%., PK di tahun 2022 sebesar Rp. 12.150/kg.  Di tahun 2023 sebesar Rp. 5.066/kg, penurunan 58%.

Menurut Tamlikho, Penurunan harga CPO tersebut dipengaruhi oleh :

1. Kenaikan suku bunga bank sentral duniaThe Fed ditengah ketidakpastian ekonomi, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga menurunkan permintaan CPO.

2. Menguatnya mata uang Ringgit Malaysia.

3. Mengikuti penurunan harga komoditas minyak mentah dan gas alam, yang menghambat permintaan bahan baku biofuel.

Selain itu Antisipasi terhadap penurunan harga CPO  :

1. Menaikan volume penjualan CPO dan Kernel 2. Menambah kapasitas olah pabrik dari 60 ton/jam menjadi 90 ton/jam

3. Menambah luasan tanaman produktif, membeli lahan PT. LAA seluas 3.000 ha (inti dan plasma)

4. Membangun kemitraan dengan petani sekitar perusahaan.

Rencana Strategis :

Perseroan sedang meningkatkan kapasitas produksi Pabrik Kelapa Sawit yang sebelumnya 60 ton/jam menjadi 90 ton/jam, estimasi selesai dan mulai operasi di SMIl tahun 2023.

Perseroan telah membeli kebun kelapa sawit dengan luas sekitar 3.000 ha, yang lokasinya di sekitar lahan kebun perseroan. Dengan tujuan menambah produksi TBS kebun inti untuk pasokan bahan baku produksi CPO.

Perseroan menargetkan perluasan areal tanam baru kelapa sawit seluas 1.030 hektar di tahun 2023.    *(LI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *