June 21, 2024

JAKARTA, BRN.com – Pristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya di tanah Betawi kini terukir dan akan tercatat sebagai perjalanan bangsa kaum Betawi.

Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, akhirnya masyarakat Betawi saat ini telah memiliki lembaga adat yang diputuskan dalam Kongres Kaum Betawi yaitu lembaga adat Majelis Kaum Betawi.

Salah satu aktivis kelahiran Betawi Jalih Pitoeng, menyoroti pristiwa penting tersebut sebagai sebuah peluang besar dalam rangka meningkatkan kemajuan kaum Betawi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Ini merupakan momentum yang sangat monumental sekaligus fundamental” kata Jalih Pitoeng ditengah peserta kongres Kaum Betawi, Sabtu (10/06/2023).

Sidang Komisi II Tentang Kaidah Keadatan.

“Majelis Kaum Betawi ini adalah sebuah warisan yang akan kita berikan pada anak cucu kita kedepan untuk seratus bahakan seribu tahun yang akan datang” lanjut Jalih Pitoeng penuh semangat.

“Karena ini merupakan lebaga adat, maka saya mengusulkan untuk dibentuk badan pelaksana adat. Seperti misal Lancang Kuning di Riau sana” sambung Jalih Pitoeng.

“Ini rumah kita semua. Majelis Kaum Betawi adalah Rumah Besarnya orang Betawi” imbuh Jalih Pitoeng.

Aktivis yang dikenal sangat lantang, kritis dan berani dalam menyuarakan kepentingan rakyat inipun menyinggung tentang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

“Majelis Kaum Betawi ini, selain menjadi rumah besar untuk berteduh dan mengeluh, juga menjadi tempat kaum Betawi menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan. Baik masalah seni budaya, ekonomi hingga politik” Jalih Pitoeng menuturkan.

Terkait menjelang tahun politik kali ini, sosok pemberani yang ditularkan oleh leluhurnya saat merebut Batavia dari tangan Portugis ini mengajak seluruh partai politik untuk mendukung Rancangan Undang-Undang tentang Pemajuan Betawi.

Saat Kongres berlangsung.

“Sebagaimana yang sering disampaikan oleh Bang Marullah dan Bang H. Oding dalam berbagai kesempatan, bahwa kita kaum Betawi berjumlah 8 juta orang yang tersebar di Jabotabek” tegas Jalih Pitoeng.

“Artinya apa, artinya bahwa secara pilitis kita kaum Betawi memiliki full Bargaining Position. Kekuatan politik yang sangat dahsyat” Jalih Pitoeng menegaskan.

“Untuk itu saya berharap agar semua partai politik mendukung Rancangan Undang-Undang tentang Pemajuan Betawi yang saat ini sedang disodorkan” pungkas Jalih Pitoeng seraya mengingatkan kepada partai-partai. (JN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *