May 30, 2024

BRN | Jakarta – Lembaga Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) menerima kunjungan Forum Dekan FISIP Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/6) atau bertepatan dengan hari jadi ke-496 DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua MKB, Zainudin, menyampaikan, terdapat 1.066 perguruan tinggi di Jakarta. Kemudian, ada sekitar 20 ribuan anak Betawi yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Jumlah yang sangat potensial untuk anak Betawi,” ucap Oding, sapaannya, dalam keterangannya, Jumat (23/6).

Karenanya, MKB akan mengupayakan mereka dapat terus melanjutkan pendidikannya sesuai misi organisasi, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga Betawi.

“Peluang mewujudkan misi ini sangat besar. Apalagi kalau melihat konstruksi konstitusi tentang besaran anggaran pendidikan mencapai 20%, maka peran Majelis Kaum Betawi sangat penting,” tuturnya.

Oding melanjutkan, pertemuan PTMA dan MKB juga menjadi kado HUT ke-496 DKI. Pangkalnya, kerja sama kedua pihak turut memperbesar terwujudnya misi peningkatan kualitas SDM warga Betawi.

Oding lalu menyampaikan pesan Ketua Wali Amanah Adat, Marullah Matali, bahwa anak Betawi harus bisa membaca tren perubahan dan perkembangan jaman. Itu bisa terjadi apabila terus belajar sepanjang hayat.

“Jadi, kudu kuliah. Nanti Majelis akan urus,” katanya.

Oding menerangkan, banyak anak Betawi yang menjadi doktor dan ada di mana-mana. Namun, itu belum cukup.

“Ini masih kurang. Kami ingin lebih meningkatkan sumber daya manusia anak Betawi. Kerja sama Mejelis Betawi dengan Forum Dekan FISIP PTMA se-Indonesia ini guna tingkatkan SDM,” jelasnya.

“Kami sambut baik ini. Majelis akan bicarakan lebih lanjut kerja sama ini agar bisa meningkatkan SDM anak Betawi,” imbuh Oding.

Sementara itu, Ketua Forum Dekan FISIP PTMA se-Indonesia, Muslimin Muchtar, mengungkapkan, rakyat wajib mendapatkan pendidikan agar bisa mengikuti peradaban dan perkembang zaman.

Menurut dia, anak Betawi harus bisa menguasai data dan menerjemahkannya sehingga tidak ketinggalan. “Kami mendorong anak Betawi untuk kuliah di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyah se-Indonesia,” ujarnya.

Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan, PTMA siap memberikan beasiswa bagi anak-anak Betawi. Karenanya, pembahasan kerja sama dengan MKB diharapkan dapat ditindaklanjuti.   *(LI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *