Upaya pencarian korban tenggelam di aliran Kali Lamong, Gresik, akhirnya membuahkan hasil setelah dilakukan operasi penyelamatan yang intensif. Sejak hari pertama laporan diterima, 1 SSR Tim Bantuan SAR Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Dipimpin langsung oleh Wadanki Ipda Edi Suyono, S.E., Anggota bergerak cepat untuk mengambil langkah-langkah strategis demi mempercepat proses penemuan korban di aliran sungai yang cukup deras.
Sesampainya di lokasi, Anggota segera melakukan koordinasi dengan Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Sdr. Arif Sunandar Pranoto Negoro, S.Sos., M.Si. Langkah awal ini dilakukan untuk memetakan kondisi arus sungai dan membagi area pencarian secara efektif.
Pada hari pertama, tim gabungan yang terdiri dari 1 SSR Tim Bantuan SAR Kompi 2 Batalyon A Pelopor, BPBD Kota Surabaya, dan Satpolairud Polres Lamongan langsung melakukan penyisiran menyeluruh. Menggunakan perahu karet, petugas menyisir area permukaan air hingga ke titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi tersangkutnya korban. Meski menghadapi kendala arus dan jarak pandang yang terbatas di dalam air, semangat tim gabungan tidak surut hingga hari berganti.
Memasuki hari kedua, kerja keras seluruh personel akhirnya membuahkan hasil pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Korban bernama Lukman Hakim, Usia 23 Tahun, berjenis kelamin laki-laki berhasil ditemukan berada kurang lebih 130 meter ke arah hulu sungai dari lokasi awal dilaporkan hilang. Penemuan yang relatif cepat di hari kedua ini menjadi bukti efektivitas koordinasi dan pemetaan wilayah yang dilakukan oleh tim penyelamat.
Proses Setelah jasad korban berhasil dievakuasi dari sungai, petugas langsung melakukan proses identifikasi awal. Sebagai langkah penutup operasional, 1 SSR Tim Bantuan SAR Kompi 2 Batalyon A Pelopor berkoordinasi dengan Polsek Benowo, BASARNAS, dan BPBD Kota Surabaya untuk membantu proses evakuasi akhir. Tim gabungan mengawal pengantaran jenazah hingga diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga. Dengan diserahkannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
Keberhasilan operasi SAR ini tidak hanya mencerminkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel Kompi 2 Batalyon A Pelopor, tetapi juga menjadi bukti sinergitas antar-instansi dalam penanganan bencana. Atas kejadian ini, pihak kepolisian bersama jajaran terkait menghimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran Kali Lamong untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak. Masyarakat juga diminta segera melapor secara cepat melalui jalur darurat jika terjadi situasi kontinjensi serupa, demi meminimalkan fatalitas korban di masa mendatang.
(Yuli)
