July 25, 2024

Jakarta – Beritarakyatnusantara.com

Publik Puas Pada Polri di Kasus Brigadir J , Kemana Suara Publik di Pilpres 2024
Survei PSI : Peluang Airlangga-Andika Menang di Pilpres 2024

Yuswiryanto SE Koordinator Penelitian Panel Survei Indonesia mengatakan, Panel Survei Indonesia (PSI) kembali melakukan survei terkait terkait penegakan hukum dalam kasus pembunuhan Birgadir J dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Yuswiryanto menjelaskan terkait opini masyarakat terkait penegakan hukum “Terkait kasus kematiannya Brigadir J yang berbicara di publik, opini masyarakat yang ditangkap dari hasil survei sebanyak 76,7% Responden puas dengan kinerja Polri dalam membongkar kasus kematian brigadir J, sebanyak 17,1% tidak puas dan 6,2% tidak menjawab,” kata Yuswiryanto SE dalam keterangan tertulis, Kamis (15/9/2022).

Yuswiryanto menjelaskan, terkait pemberantasan Korupsi, opini Masyarakat tergambar 40,6% responden saja yang puas dengan kinerja pemberantasan korupsi hanya di era Presiden Jokowi dan sebanyak 52,7% tidak puas, selebihnya 6,7% tidak menjawab.

Namun opini publik dalam menilai kinerja institusi penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi, hasil survei menunjukkan sebanyak 87,7% kepuasan terhadap Kinerja Agung dalam melakukan pemberantasan korupsi, sebanyak 73,8% puas dengan Kejaksaan dalam pemberantasan korupsi, sebanyak 67,2% puas dengan institusi Pengadilan dan sebanyak 53,7% puas dengan KPK.

Meneropong Suara Masyarakat Menuju Pemilu 2024 PSI melakukan pemetaan Suara Masyarakat menjelang pemilu 2024 dengan melakukan survei pendapat terhadap 1,580 warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun ke atas yang berada di 302 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi, penjaringan warga negara Indonesia sebagai objek survei metode multistage random sampling dan hasil survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan Margin of Error 2,48%.

Setelah mendapatkan angka yang diperoleh, dalam teknik pengambilan sampel langkah berikutnya dalam menentukan jumlah Responden adalah dengan teknik multistage random sampling, menempatkan populasi memiliki hak yang sama untuk dijadikan sampel secara acak bertingkat mengingat sampel yang dibutuhkan populasinya sangat heterogen yang berada di 302 Kabupaten/Kota dari metode survei yang dipilih dengan sistem pertanyaan tertutup.

Untuk mendapatkan data penelitian ini menggunakan metode wawancara tatap muka menggunakan kuisioner dengan 1.150 Warga Negara Indonesia dan Saluran Telepon Seluler dengan 430 Warga Negara Indonesia. Dari penelitian ini didapati demografi Responden terdiri 52,7% WNI Laki-laki dan 47,3 WNI Perempuan, sedangkan untuk jenis tingkat pendapatan sebanyak 59,8% memiliki pendapatan keluarga Rp2 juta-Rp5 juta perbulan, kemudian sebanyak 28, 6%memiliki pendapatan Rp.5 juta-Rp.10 juta perbulan dan sebanyak 11,6% memiliki pendapatan keluarga diatas Rp.10 juta.Dia menambahkan, penelitian ini dilakukan mulai 26 Agustus 2022 s/d 10 September 2022. Hasil Penelitian terhadap 1.580 Warga Negara Indonesia setelah melakukan tabulasi pendataan maka hasil sebagai berikut.
Keadaan Ekonomi Masyarakat

Menurut dia, hasil survei PSI mempertegas di mana 57,6% Responden mengakui bahwa situasi ekonomi mereka perlahan mulai membaik. Sejak pandemi Covid-19, mereka berhasil membangun kebiasaan positif baru yaitu memulai dan mempelajari keterampilan yang terkait dengan dunia dan digital yang diperoleh dari program Prakerja sedangkan 32,6% mengaku keadaan ekonomi mereka belum atau bahkan sebelum adanya dampak COVID 19 membaik , selebihnya 9,8% Ekonomi mereka memburuk karena sumber-sumber mereka hilang akibat PHK dan pusat penjualan tutup.

Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa para ibu di Indonesia menunjukkan bahwa peran ibu rumah tangga pada ketahanan keluarga sangat besar, sehingga banyak keluarga di Indonesia dapat melewati masa pandemi dengan baik, dimana kehadiran ibu rumah tangga yang harus bekerja atau berbisnis untuk mendukung keuangan keluarga terbilang cukup tinggi hingga mencapai 42,7%, karena berbagai alasan. Salah satunya adalah suami yang kehilangan pekerjaan atau mata pencariannya.

“Dari hasil survei menunjukkan hanya 28,9% istri berperan menjadi kepala rumah tangga untuk mencari nafkah dan 67,7% pencari nafkah utama adalah suami,” selebih responden masih lajang,” beberapa. Terkait kondisi krisis ekonomi dunia dan tahun depan diprediksi keadaan ekonomi sulit serta rencana kenaikan harga BBM, TDL dan LPH hasil Survei menunjukkan, meski merasakan dampak tersebut, masyarakat optimistis tahun depan kondisi ekonomi nasional membaik, dimana sebanyak 78,9% Responden menilai kondisi ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik daripada tahun ini dan jauh lebih banyak dibandingkan dibandingkan yang mengatakan lebih buruk atau jauh lebih buruk, sebanyak 14,7% dan selebihnya tidak memberikan jawaban Preferensi Masyarakat Terhadap Dinamika Politik Nasional jelang pemilu 2024.

Preferensi perilaku politik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah preferensi perilaku politik yaitu keputusan pilihan dalam aktifitas politik meliputi keseluruhan perilaku politik para aktor masyarakat yang dalam manifestasi konkritnya telah saling memiliki hubungan dengan budaya politik masyarakat. Preferensi perilaku perilaku warga masyarakatnya sebagai respons dalam menilai obyek dan peristiwa politik maupun model perilaku politiknya terhadap sistem politik yang ada.

Hasil survei menemukan sebanyak 82,9% Responden masih percaya kalau demokrasi adalah sistem yang terbaik untuk penyelenggaraan,” katanya. Hasil temuan survei menunjukan 40,3% Responden bahwa preferensi politik mereka ditentukan oleh media sosial. Beberapa platform media sosial yang cukup dominan digunakan adalah FB, IG, Twitter dan WA. Sebanyak 26,8 persen pengaruh media-media mainstream, televisi, radio dan lainnya, kemudian sebanyak 32,9% dipengaruhi oleh keluarga, kerabat dan lingkungan tinggal mereka.

Namun, hasil survei hanya delapan parpol yang konsisten mencapai tingkat keterpilihan jauh melampaui ambang batas parlemen, hal ini menjawab dari preferensi pilihan publik dipilih jika pemilu dipilih Partai Golkar unggul hari ini, hasilnya Partai Golkar dengan 17,33% disusul PDI Perjuangan 15,71%, kemudian Gerindra dengan 15,32%, kemudian di bawahnya Demokrat dengan 6,86%, PKS 5,90%, PKB dengan 5,43% dan Nasdem 4,45%, PAN 4,23%, Perindo 3 ,11%, Prima 2,89%, PSI 2,77%, PPP 2,23%, Garuda 1,45%, PBB 1,34%, sedangkan Partai lainnya hanya mencapai 0 koma cukup %, di antaranya Gelora 0,78 %, Hanura 0,44%, Ummat 0,21%, sisanya dan Swing Voters 9,55%.

Kemudia, survei ini juga membedah tentang Kriteria tokoh yang diinginkan Masyarakat sebagai penganti Presiden Jokowi, adapun hasil jawaban responden sebanyak 89,7 persen menginginkan tokoh dengan kriteria calon presiden RI yang ideal yaitu yang bisa menjalankan dan mewujudkan isi konstitusi, karena ada ancaman kapitalisme yang cenderung menguntungkan segelintir elit saja yaitu dengan memanfaatkan sumber daya negara, tetapi bukan untuk rakyat.

Kemudian sebanyak 87,7% menginginkan tokoh yang bisa menjawab tantangan bangsa. Sementara itu, semakin hari tantangan bangsa menjadi semakin berat. Dimana Indonesia kaya raya, tetapi sebagian besar masyarakat belum menikmati hasilnya melalui pendidikan gratis, kesehatan gratis, tunjangan hari tua dan tunjangan lainnya.

Dan sebanyak 90,7% menyukai Tokoh yang Punya Track Record dalam membuat kebijakan dan program berdampak positif pada kehidupan sosioekonomi Masyarakat, di sini Masyarakat tidak ingin terkecoh seolah-olah peduli dengan rakyat kecil, tetapi tidak diwujudkan dalam sebuah kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Dalam survei ini dicoba simulasi pasangan nama laki-laki dan tokoh Perempuan untuk menjadi Capres-Cawapres dan Responden diberikan Pertanyaan pasangan mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini, Maka hasilnya pasangan Airlangga Hartarto-Khofifah Indar Parawansa dipilih sebanyak 27,28%, kemudian Ganjar Pranowo-Susi Pudjiastuti 21,83$, kemudian Prabowo Subianto-Sri Mulyani 20,88%, kemudian pasangan Anies Baswedan-Puan Maharani 18,64% dan tidak memilih sebanyak 11,37%.

Sementara untuk simulasi pasangan Sipil-Militer, preferensi pilihan masyarakat ketika disodorkan nama-nama pasangan tokoh Militer-Sipil atau Sipil-Militer, kemudian dikembangkan jika pemilihan Presiden digelar hari ini, pasangan mana yang akan dipilih, Maka hasilnya pasangan Airlangga Hartarto-Muldoko dipilih sebanyak-banyaknya 27,28%, kemudian Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 22,18%, Andika Perkasa-Ganjar Pranowo dipilih sebanyak 21,21% dan Anies Baswedan-Gatot Nurmantyo 19,18%, tidak memilih sebanyak 10,15%.

Berlanjut dengan simulasi melakukan perubahan nama pasangan dengan komposisi tokoh sipil dan Militer dengan pasangan mana yang akan dipilih jika pemilihan Presiden di gelar hari ini maka hasilnya adalah Pasangan Airlangga Hartarto-Andika Perkasa dipilih sebanyak 31,08%, kemudian pasangan Prabowo Subianto-Erick Thohir 23 ,20%, Pasangan Ganjar Pranowo-Budi Gunawan 21,91%, Pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono 18,21% dan tidak memilih 5,60%.

Menyikapi hasil survei dari PSI, Fuadil Ulum, Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia mengatakan, survei PSI terhadap Airlangga Hartarto dipilih sebagai Capres dengan elektabikita tertinggi jika dipasangkan dengan Andika Perkasa maupun Khofifah Indar Parawansa sudah tepat, namun Partai Golkar harus terus meningkatkan mesin partai agar peluang Airlangga Hartarto menang sebagai Capres di Pilpres 2024.

“Ya majunya Airlangga Hartarto sebagai Capres di 2024 sudah tepat, tinggal bagaimana partai Golkar terus meningkatkan mesin partainya agar Ketum Golkar itu menang di Pilpres 2024,” kata Fuadil kepada wartawan. Selain itu, adanya Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan sosok Airlangga bisa menang jika KIB solid untuk menangkan Airlangga sebagai capres di Pilpres 2024. Hanya tinggal siapa sosok Cawapres yang akan menemani Airlangga nanti.

“Kalau KIB peluang yang solid Airlangga sangat kuat ditambah siapa sosok Cawapresnya nanti,” katanya. Sementara itu, mendukung Polri dan Kejaksaan dalam menindak Ferdy Sambo dan membongkar kasus ini. “Kalo mendukung transparansi di Polri dan Kejaksaan tentu Pak. Ini menyangkut semangat reformasi dan penegakan hukum kita. Lembaga negara kita harus berjalan dengan transparan dan akuntabel ” bebernya. (JN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *