February 16, 2026

JAKARTA | BRN – Menghadapi situasi negara Indonesia yang pada belakangan ini banyak mengalami musibah bahkan kerusakan dari segi hukum, sosial dan budaya serta tatanan agama, melihat banyak kejadian tersebut membuat salah satu organisasi masyarakat yakni Aspirasi Indonesia membuat ‘Gerakan Taubatan Nasuha Nasional’.

Ketua umum Aspirasi Indonesia, Bunda Wati mengatakan ;”Awal gagasan dari gerakan ini sebenarnya ketika saya bertemu salah satu tokoh dari Bogor,Jawa Barat dan berbincang-bincang terkait bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia”, ujar Bunda Wati pada saat acara diskusi bersama di Posko Aspirasi Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (04/02/2026).

“Ketika itu sang tokoh berkata jika kita harus membuat masyarakat, para petinggi negara bahkan sampai Presiden sadar, bahwa musibah yang kita alami bukan semata-mata karena musibah alam tetapi karena perbuatan kita sendiri sehingga membuat alam menjadi marah”, kata Bunda Wati.

Bunda Wati mengjelaskan jika dirinya merasakan kalimat yang dikatakan sang tokoh tersebut merupakan pedoma luar biasa karena sesunggunya kita dengan alam harus saling menghargai dan kita tidak boleh dengan alam melakukan hal yang seenaknya saja.

Dari gagasan tersebut saya mengajak Bunda Ayu Gembirowati yang merupakan putri Presiden Soekarno untuk bersama-sama membuat gagasan kesadaran nasional, supaya kita semua rakyat Indonesia sampai penguasa negara bahwa taubat harus berasal dari diri kita sendiri sehingga kita tahu bagaimana memperbaikin tanah air kita, ungkap Bunda Wati

Di sisi lain , Bunda Ayu sebagai generasi penerus dari Presiden ke 1 RI, Soekarno pada saat acara diskusi , mengatakan ; “Saya harus melanjutkan cita-cita dari bapak Proklamator Indonesia dan kita mempunyai lambang negara, bhinneka Tunggal Ika dan adat istiadat yang harus jaga dan laksanakan dengan baik”, ujar Bunda Ayu

Di dalam Bhinneka tunggal ika ada pancasila dari sila ke 1 sampai sila ke 5 yakni harus menuju kesejahteraan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kata Bunda Ayu

Untuk itu kita sebagai bangsa Indonesia harus cinta Indonesia dan Cinta alam seluruh Indonesia

Bunda Ayu berkata jika ada 3 ciptaan Tuhan yang diberikan napas yakni manusia, hewan dan tumbuhan. Kita sebagai manusia yang diberikan Rahmat dan kemulian dari Tuhan itu tidak boleh merusakan hewan dan tumbuhan

“Agama sesuai dengan Pancasila merupakan sarana untuk menjaga tali silahturahmi yakni Ketuhanan yang maha Esa”, jelas Bunda Ayu

Bunda Ayu berharap gagasan dari gerakan Gerakan Taubatan Nasuha Nasional , bisa terus berjalan bersama-sama Aspirasi Indonesia

Dalam acara diskusi ini hadir juga sebagai narasumber Nadia dari perwakilan Kesbangpol Provinsi DKI, Jakarta menyampaikan gagasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan program Lestari Bhineka Tinggal Ika, berikut motto “Satu Rasa Jaga Jakarta”.

Dan gagasan dari Pemprov DKI Jakarta pun ditambakan dengan semboyan dari Bunda Ayu yang berkata “Satu Cerita Untuk Indonesia”.

Sehingga terbentuklah kalimat semboyan dari kolaborasi tersebut yang heroik “Satu Rasa Jaga Jakarta, Satu Cerita Untuk Indonesia” dan acara diskusi diakhri dengan bersama-sama para narasumber dan semua peserta diskudi mengatakan semboyan tersebut secara serempak pada saat acara foto bersama. (Ril/Rk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *