July 14, 2024

JAKARTA | BRN – Sabtu (09/03/2024), Bertempat di GBI Season City, Mall Season City, jalan Lattumenten, Jakarta Barat, diadakan Kongres Nasional II Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) pada hari Jumat sampai Santun (08-09 Maret 2024) yang diselenggarakan di Jakarta.

BMPTKKI yang telah berjalan selama lima tahun sejak berdirinya dalam Kongres Nasional I pada bulan Maret 2019. Untuk agenda Kongres Nasional Ke II tahun 2024 adalah menerima dan mengesahkan Anggota baru, Laporan Pertanggung Jawaban Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas, serta memilih Ketua Umum Dewan Pengurus dan Anggota Dewan Pengawas yang baru.

Kongres Nasional II yang diikuti oleh sekitar 250 utusan dari PTKK di seluruh Indonesia dibuka dengan resmi oleh Dr. Jeanne Tulung, M. Th selaku Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.

Acara Kongres selama 2 hari (Jumat Sabtu 08-09 Maret 2024), resmi dibuka.

BMPTKKI adalah mitra Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), sebagai “Rumah Besar Bersama” bagi semua Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK) di seluruh Indonesia, sebagai wadah bermusyawarah, berdiskusi, bersekutu, serta bekerja sama di antara para pimpinan  dan dosen PTKK di seluruh wilayah Indonesia. BMPTKKI juga menjadi wadah yang memfasilitasi kerjasama PTKK anggota BMPTKKI dengan lembaga-lembaga Pendidikan Luar Negeri demi mempercepat langkah dan memperpendek jarak untuk memajukan semua PTKK anggota-anggota BMPTKKI.

BMPTKKI dengan berpegang pada kebenaran Alkitab dan berazaskan Pancasila dan UUD 1945, BMPTKKI memiliki visi untuk mewujudkan kualitas pendidikan/ pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama semua PTKKI bagi kemajuan gereja, bangsa dan negara bagi kemuliaan Allah.

Bertolak dari visi ini BMPTKKI memiliki misi: Pertama, memberikan pendampingan bagi percepatan dalam pemenuhan layanan standar nasional pendidikan demi pencapaian mutu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat semua PTKKI. Kedua, memfasilitasi semua PTKKI untuk melakukan kerjasama nasional dan internasional dengan lembaga-lembaga gereja dan pendidikan keagamaan Kristen untuk mewujudkan penelitian, kelas dan kampus global. Ketiga, membantu gereja-gereja menyediakan sumber daya manusia gereja dan hasil-hasil kajian teologis yang relevan untuk memperkuat gereja dalam melaksakan tugas dan panggilannya. (Ril/ JN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *