July 14, 2024

JAKARTA | BRN – Setelah proses Pemilihan Umum 2024 hendak mencapai final pada hari Rabu (20/03/2024), tentu ada pro dan kontra ketika menerima hasil dari Pemilu 2024. Seharusnya semua anak bangsa harus menjaga keamanan sertai menciptakan perdamaian bagi Indonesia.

Maka pada hari Rabu (20/03/2024), bertempat di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, diadakan aksi damai dan deklarasi Cinta Damai untuk Indonesia yang diprakarsai oleh Gerakan “Aku Indonesia.”

“Aku Indonesia” terdiri dari tokoh-tokoh yang memiliki rasa kepedulian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, Cinta Perdamaian Indonesia, apalagi setelah Pemilu 2024

Dalam pembacaan sikap dari “Aku Indonesia” yang dibacakan oleh salah satu Inisiator dan Deklarator, Jimmy C.K., SE., Ak dan Dr. (C) Muhammad Firdaus Oiwobo, SH., MH., CALL, CLA, LCA, CMK dan beberapa tokoh lainnya, menyatakan kebulatan tekad agar setelah Pemilihan Umum 2024, apapun hasil dan keputusan nya, harus tetap mencintai dan menjaga kedamaian serta Integritas Bangsa Indonesia selalu terjaga.

“Era Reformasi telah memberikan Angin segar pada Pesta Demokrasi Indonesia yang diawali pada tahun 2004, 2009, 2014, 2019 dan 2024 dimana dalam Proses Rekapitulasi suara. Berdasarkan tingkatannya yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Institusi Resmi Pemilu dan diawasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) serta dipantau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” ujar Jimmy ketika membacakan deklarasi di. Depan Tugu Patung Proklamator Soekarno-Hatta.

“Gelombang Demonstrasi yang terus berlanjut saat itu telah menelan banyak korban luka dan bahkan korban jiwa anak bangsa yang sebenarnya kapasitas mereka hanyalah peserta demo biasa, atau hanya ikut-ikutan bahkan ada yang sekedar hadir menjadi penonton unjuk rasa akhirnya harus menimbulkan kerugian semua pihak. Jangan ada lagi “Lembaran Hitam” sejarah Pemilu 2014 dan 2019 terulang kembali di Pemilu 2024,” ujarnya.

Saat membacakan Deklarasi, Jimmy CK mengatakan, “Kalaupun Hasil dari Penghitungan Cepat saat ini salah satu Paslon sudah ada yang unggul, tapi itu tidak menjadi patokan karena ada lembaga khusus secara Konstitusi yaitu KPU (Komisi Pemilihan Umum) lah yang akan memutuskan sesuai hasil suara yang diperoleh di Pileg dan Pilpres,” ujarnya.

“Apapun keputusannya, secara Konstitusi yang dilindungi oleh Undang-Undang kita wajib menghormati nya. Tetapi jika ada pihak-pihak yang merasa tidak bisa menerima dan merasa dirugikan atau dicurangi, maka pergunakanlah lembaga-lembaga Hukum yang terkait sebagai tempat mencari keadilan agar bisa di proses secara hukum,” jelas Jimmy.

“Semua pihak harus tetap harus menghormati hasil keputusan demokrasi di Indonesia.”

“Sebagai salah satu pelaku dan menyaksikan langsung juga kapasitas sebagai Pimpinan Unjuk Rasa bahkan pernah menjadi korban tembak peluru nyasar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, pada saat demonstrasi-demonstrasi hasil Pemilu ditahun 2014 dan 2019, kami TIDAK RELA lembaran hitam yang kembali terjadi merenggut korban, seperti hasil Pemilu 2014 dan 2019 yang lalu. Kami tidak ingin hal ini akan kembali terulang setelah Pemilu 2024 ini.”

“Karena itulah kami menghimbau kepada Pemimpin-pemimpin Bangsa ini yg terhormat, bahwa KEUTUHAN NKRI saat ini ada di tangan anda masing-masing. Saat ini kita semua WAJIB MENJAGA NKRI.”

“Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal hal yang dapat merugikan Rakyat Indonesia seperti Pemilu sebelumnya, maka dibutuhkan kesadaran bersama melalui Gerakan : “AKU INDONESIA.”

Adapun arti gerakan “Aku Indonesia” yaitu:
1. Cinta Damai
2. Cinta Kemerdekaan
3. Cinta Demokrasi
4. Cinta Bhineka Tunggal Ika
5. Cinta NKRI

“Dengan Gerakan “AKU INDONESIA”, kita berharap seluruh elemen bangsa bersatu padu merawat perdamaian, mengawal keberlangsungan demokrasi dengan berpegang teguh pada Pancasila Demi Keutuhan NKRI,” tutup Jimmy membacakan deklarasi perdamaian dan cinta damai untuk Indonesia. (Ril/JN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *