July 1, 2026
IMG-20260701-WA0262

 

 

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Pembinaan Tradisi Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Nagara Janottama, Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

 

Mengusung *Tema “Polri Untuk Masyarakat”*, upacara dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Hadir mendampingi Presiden, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka beserta Ibu Selvi Gibran, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat selaku Ketua Panitia Hari Bhayangkara Tahun 2026.

 

Turut hadir para Pejabat Utama Mabes Polri, Pejabat Tinggi TNI, para Kapolda, Pejabat Kementerian dan Lembaga Negara, Forkopimda, Bhayangkari, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Mitra Kerja Polri, serta tamu undangan lainnya.

 

Sebanyak 4.387 personel mengikuti parade upacara yang terdiri atas 2.242 personel Polri (13 batalyon), 345 personel TNI (2 batalyon) dan 1.800 personel Potensi Masyarakat (Potmas). Sementara itu, keseluruhan perangkat upacara berjumlah 4.533 personel, meliputi pasukan parade, perangkat upacara, pembawa panji-panji, serta Korps Musik (Korsik).

 

Pasukan upacara terdiri dari berbagai unsur satuan Polri, antara lain Resimen Pamen dan Pama, Mahasiswa STIK, Taruna Taruni Akademi Kepolisian, Polisi Wanita (Polwan), Propam, Lalu Lintas, Pasukan Formed Police Unit (FPU), Densus 88 Antiteror, Korps Brimob Polri yang terdiri dari Pasukan Gegana dan Pasukan Pelopor, Korpolairud, Korsabhara, Baintelkam Polri, Bareskrim Polri, ASN Polri, serta Tentara Nasional Indonesia hingga dan berbagai Potensi Masyarakat (Potmas).

 

Rangkaian upacara diawali dengan Lambang Kesatuan Polri “Tribrata” memasuki lapangan upacara dan disambut penghormatan seluruh pasukan yang dipimpin Komandan Upacara yang dijabat oleh Teknisi Jibom Utama Tk. I Korbrimob Polri Irjen Pol. Suhendri. Dilanjutkan dengan kedatangan Presiden RI bersama Wakil Presiden RI beserta Ibu Wapres menuju mimbar kehormatan. Upacara dilanjutkan dengan Salam Kebangsaan “Indonesia Raya” kemudian laporan Perwira Upacara yang dijabat oleh Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J.

 

Pada acara pokok, Presiden RI selaku Inspektur Upacara menerima penghormatan kebesaran dan laporan dari Komandan Upacara sebelum melaksanakan pemeriksaan pasukan. Selanjutnya dilaksanakan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, dilanjutkan dengan pengucapan Tribrata sebagai pedoman hidup dan kehormatan setiap insan Bhayangkara.

 

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan *Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Samkaryanugraha Nugraha Sakanti*, *Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Narariya* dan *Pangkat Kehormatan Republik Indonesia* kemudian *Tanda Kehormatan Loka Praja Samrakshana*, yang diawali pembukaan tanda kebesaran dan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia oleh Sekretaris Militer Presiden, kemudian penyematan tanda kehormatan dan pangkat kehormatan kepada penerima.

 

*Penyerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti* diberikan kepada 12 Satker Polri diantaranya Divkum Polri, Puskeu, Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jateng, Polda Jatim, Polda Jabar, Polda Sumut, Polda Riau, Polda Lampung, Polda Kalteng dan Polda NTB. dilanjutkan *Penganugerahan Pangkat Kehormatan* kepada Irjen Pol. (Purn.) Sidarta Danusubroto (Ketua MPR RI periode 2013), Irjen Pol. (Purn.) Taufiqurachman Ruki (Ketua KPK periode 2015) dan Brigjen Pol (Purn.) Taufiq Efendi (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2004-2009).

 

Presiden Republik Indonesia kemudian menyampaikan amanat pada Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Andika Bhayangkari.

 

Dalam amanatnya, Presiden RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengajak Polri terus mengedepankan semangat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” Presiden menekankan bahwa seluruh pelaksanaan tugas Polri harus berorientasi pada pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat secara profesional, humanis, responsif, dan berintegritas. Di tengah tantangan global, perkembangan teknologi, ancaman siber, serta meningkatnya ekspektasi publik, Polri dituntut memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi, memperkuat komunikasi publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

 

“Saya ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Jadilah insan Bhayangkara sebagai panggilan tugas yang mulia, panggilan untuk menjadi anggota Polri yang lebih baik, lebih profesional, dan lebih bermanfaat,” ujar Presiden RI.

 

“Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju”, pungkas Presiden RI.

 

Setelah itu Komandan Upacara menyampaikan laporan akhir kepada Inspektur Upacara yang kemudian diikuti laporan Perwira Upacara, Dilanjutkan *Penganugerahan Tanda Kehormatan Loka Praja Samrakshana* dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap pembangunan keamanan nasional. Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama Presiden, Wakil Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI sebelum seluruh rombongan menuju mimbar kehormatan untuk menyaksikan peragaan kemampuan dan defile pasukan.

 

Rangkaian peragaan diawali dengan penampilan Drum Corps Akademi Kepolisian dan Kolone Senapan Polri, kemudian dilanjutkan simulasi penanganan Gangguan Kamtibmas Intensitas Tinggi (GKIT) yang memperlihatkan kemampuan operasional Polri dalam menghadapi berbagai ancaman melalui operasi darat, laut, dan udara. Simulasi tersebut melibatkan Korbrimob Polri, Densus 88 Antiteror, Korpolairud Baharkam Polri, serta dukungan helikopter, kapal patroli, Sea Rider, penerjunan personel dari pesawat CN 295 milik Poludara, hingga aksi pengejaran kendaraan kelompok kriminal bersenjata oleh Polri.

 

Setelah seluruh peragaan selesai, Presiden Republik Indonesia didampingi Kapolri dan Panglima TNI kembali ke mimbar kehormatan untuk menerima penghormatan Defile Pasukan. Defile diikuti oleh berbagai elemen yang terdiri dari Drum Corps Akademi Kepolisian, Panji-panji, Turangga, Pamen dan Pama, Polwan, Mahasiswa STIK, Propam, Lalu Lintas, Sabhara, Taruna/Taruni Akpol, Pasukan Gegana, Pasukam Pelopor, Densus 88 Antiteroe, Pasukan FPU, Polairud, TNI, Reserse, Intelkam, ASN Polri, Potensi Masyarakat, serta Unit K-9.

 

Kehadiran unsur masyarakat dalam defile pasukan menjadi wujud nyata sinergi Polri dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Salah seorang organisasi Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dari Kabupaten Bogor, M. Fauzan, menyampaikan apresiasi atas semakin dekatnya Polri dengan masyarakat melalui pelayanan yang sigap, responsif, dan terbuka terhadap kolaborasi. Menurutnya, partisipasi Banser dalam Hari Bhayangkara menjadi simbol kerja sama yang diharapkan terus terjalin demi kepentingan masyarakat.

 

“Tentunya untuk polri sekarang terlihat semakin berkembang, merangkul masyarakat dimana Lebih sigap, cepat tanggap kepada masyarakat, Kami ikut dan dirangkul untuk mengikuti giat hut Bhayangkara ini merupakan bentuk apresiaisi dari Polri”, pernyataan M. Fauzan.

 

Apresiasi juga disampaikan oleh Sabarno, perwakilan Jemaah Eks Islam Garda Satya Nusantara, yang untuk pertama kalinya mengikuti rangkaian peringatan Hari Bhayangkara. Sabarno memberikan harapannya untuk Polri serta memberikan ucapan di Hari Bhayangkara.

 

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Kami merasa bangga dapat turut serta dalam peringatan tahun ini. Semoga Polri semakin semangat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, semakin profesional, serta terus menjadi institusi yang semakin baik di masa mendatang”, ujar Sabarno.

 

Usai rangkaian defile pasukan, Presiden Republik Indonesia bersama Wakil Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Panglima TNI, dan seluruh tamu undangan melanjutkan Acara Syukuran. Kegiatan diawali dengan penampilan Polisi Cilik Tunas Bhayangkara Nusantara dan Tarian Kolosal “Mahakarya Budaya Bangsa: Warisan Jiwa Indonesia”, dilanjutkan doa bersama, sambutan Kapolri, prosesi pemotongan tumpeng, serta pemberian potongan tumpeng secara simbolis kepada personel berprestasi dan atlet binaan Polri.

 

Sementara itu, IPDA Ambarita dari Perintis Presisi Polda Metro Jaya mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Tim Peraga. Menurutnya, simulasi yang ditampilkan merupakan gambaran kemampuan nyata personel Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan. IPDA Ambarita juga mengapresiasi dukungan Presiden Republik Indonesia kepada Polri yang dinilai menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

“Kami juga mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak Presiden terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme, serta memperkuat komitmen sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat”, ujar IPDA Ambarita.

 

Momentum Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 ini menjadi penegasan komitmen Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergisitas bersama TNI dan seluruh komponen bangsa, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara, sesuai dengan Tema “Polri untuk Masyarakat”.

 

(Yuli)