Korps Brimob Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas aparat penegak hukum melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kemampuan _Raid Planning Execution_ (RPE) bagi personel Direktorat Penindakan dan Pengejaran, Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).
Pelatihan yang digelar di lingkungan Markas Komando Korbrimob Polri ini menjadi wujud nyata sinergi antara BNN RI dan Korbrimob Polri dalam meningkatkan kemampuan operasional aparat penegak hukum menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika yang semakin kompleks.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Agustus 2026. Sebanyak 51 personel Direktorat Penindakan dan Pengejaran BNN mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi 15 instruktur Korbrimob Polri yang berpengalaman dalam operasi taktis berisiko tinggi.
Kegiatan tersebut resmi dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Aswin Sipayung, turut dihadiri oleh Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Danpas Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi, Dansat Bantek Pasukan Gegana Korbrimob Kombes Pol. Imam Suhadi, para Pejabat Utama Korbrimob Polri, para Direktur di lingkungan Deputi Bidang Pemberantasan BNN, para pelatih/instruktur Korbrimob Polri, serta seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Aswin Sipayung menyampaikan bahwa perkembangan kejahatan narkotika kini semakin dinamis dengan memanfaatkan teknologi, jaringan transnasional, hingga berbagai modus operandi yang semakin canggih. Kondisi tersebut menuntut aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, serta kesiapan operasional dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, keberhasilan suatu operasi penindakan tidak hanya ditentukan oleh keberanian personel, tetapi juga oleh perencanaan yang matang, analisis risiko yang tepat, koordinasi yang solid, sistem komando dan pengendalian yang efektif, serta pelaksanaan taktis yang profesional.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI juga menyampaikan apresiasi kepada Korps Brimob Polri atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Dipilihnya Mako Korbrimob Polri sebagai lokasi pelatihan sekaligus pelibatan instruktur Brimob menjadi wujud kepercayaan terhadap kompetensi Korps Brimob sebagai satuan elite Polri yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pembinaan operasi taktis.
Pelatihan _Raid Planning Execution_ diharapkan mampu meningkatkan kemampuan personel BNN dalam menyusun perencanaan operasi, melakukan analisis ancaman, memperkuat koordinasi tim, hingga mengeksekusi penindakan secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, perlindungan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui kolaborasi ini, Korps Brimob Polri kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam memperkuat kapasitas aparat penegak hukum Indonesia. Sinergi antara Korbrimob Polri dan BNN diharapkan semakin memperkokoh upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus menghadirkan personel yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan operasi di lapangan demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
(Yuli)
