August 5, 2026
IMG-20260805-WA0505

 

Semarang – Komandan Satuan Latihan (Dansatlat) Brimob Korbrimob Polri Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, memimpin Upacara Pembukaan Pelatihan Wanteror Lanjutan dan Tactical Medic (TacMed) bagi Personel Korps Brimob Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Platina, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).

 

Kegiatan pembukaan diikuti oleh 36 personel, yang terdiri atas 1 personel Satlat Brimob, 10 personel Satwanter atau Pasgegana, 11 personel Satbrimob Polda Metro Jaya, 8 personel Satbrimob Polda Jawa Barat, dan 6 personel Satbrimob Polda Jawa Tengah.

 

Pelatihan Wanteror Lanjutan dan Tactical Medic diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penguasaan taktik, teknik, dan prosedur penanggulangan terorisme. Selain itu, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan di bawah tekanan, memperkuat kerja sama tim, serta mengasah kompetensi Tactical Medic sebagai bekal penyelamatan jiwa personel maupun masyarakat dalam situasi kritis.

 

Pelatihan Wanteror Lanjutan dilaksanakan selama 29 hari, dihitung mulai 5 Agustus hingga 2 September 2026. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Tactical Medical (TacMed) yang dilaksanakan selama 16 hari, mulai 3 September hingga 18 September 2026, dengan metode pembelajaran di kelas, latihan lapangan, simulasi, dan evaluasi kemampuan peserta. 

 

Dalam amanatnya, Dansatlat menegaskan bahwa perkembangan ancaman terorisme saat ini berlangsung semakin cepat dan kompleks seiring kemajuan teknologi. Ancaman tidak lagi bersifat konvensional, tetapi memanfaatkan teknologi digital, media sosial, kecerdasan buatan, komunikasi terenkripsi, hingga pendanaan digital. Oleh karena itu, setiap personel Korps Brimob Polri dituntut memiliki kompetensi yang profesional, adaptif, dan terus berkembang agar mampu merespons setiap bentuk ancaman secara cepat, tepat, terukur, serta sesuai ketentuan hukum dan prinsip hak asasi manusia.

 

Kepada seluruh peserta, Dansatlat Brimob berharap agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Selain kemampuan fisik dan teknis, keberhasilan pelatihan juga ditentukan oleh ketangguhan mental, integritas, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan manajemen risiko selama pelaksanaan latihan.

 

Melalui pelatihan ini diharapkan terwujud personel Korps Brimob Polri yang profesional, modern, unggul, berintegritas, humanis, dan memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, sehingga mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

(Yuli)