July 10, 2026
IMG-20260710-WA0206

 

MOROWALI – Sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi potensi kedaruratan dan bencana alam, Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Hal ini ditunjukkan oleh Komandan Kompi 2 Batalyon C Pelopor, AKP I Ketut Partayana, S.H., yang hadir mewakili Komandan Batalyon C Pelopor dalam Rapat Pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Lintas Sektor, Kamis (09/07/2026).

 

Rapat koordinasi yang berlangsung di tingkat kabupaten ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi vertikal, hingga organisasi kemanusiaan terkait.

Kolaborasi Taktis Hadapi Kedaruratan Alam

Pembentukan TRC-PB Lintas Sektor ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memetakan potensi kerawanan bencana, serta menyusun mekanisme komando terpadu yang cepat, tepat, dan terukur saat terjadi situasi darurat di wilayah hukum Kabupaten Morowali dan sekitarnya.

Dalam forum tersebut, AKP I Ketut Partayana, S.H., menyampaikan bahwa jajaran Kompi 2 Batalyon C Pelopor selalu siap sedia secara personel maupun materiel logistik SAR untuk digerakkan kapan pun dibutuhkan.

 

Keterlibatan Brimob dalam tim ini menjadi penegasan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama taktis antar-instansi demi keselamatan masyarakat.

Dukungan Penuh Kesatuan untuk Keselamatan Rakyat

Secara terpisah, Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulteng, Kompol Dimas Kembaran, S.I.K., M.Si., memberikan dukungan penuh atas terbentuknya TRC-PB lintas sektor ini. Beliau menegaskan bahwa langkah ini sangat krusial mengingat dinamika cuaca dan kondisi geografis wilayah yang memerlukan perhatian khusus.

“Kehadiran Danki 2 dalam rapat pembentukan TRC-PB ini merupakan representasi dari komitmen Batalyon C Pelopor dalam mendukung penuh program kemanusiaan dan keselamatan publik. Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri dalam menghadapi bencana. Kecepatan respons dan ketepatan tindakan di lapangan sangat bergantung pada seberapa solid koordinasi lintassektoral yang kita bangun hari ini,” ujarnya.

 

(Yuli)