May 18, 2024

BRN | Jakarta – Pameran inacraft yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event bertujuan sebagai wadah promosi produk-produk kerajinan lokal untuk meraih peluang pasar domestik dan membuka peluang pasar intemasional sebagai komoditi ekspor ke mancanegara.

Pameran bertajuk The 23 Jakarta Intemational Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2023), sebagai salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara, kembali digelar untuk ke-23 kalinya di Jakarta Convention Center (JCC) dari tanggal 1-5 Maret 2023 menempati seluruh hal Balai Sidang termasuk Lower Lobby dan seluruh ruangan lainnya untuk menampung seluruh kegiatan pendukung dan fasiktas pameran untuk peserta dan pengunjung.

Tahun ini Pameran INACRAFT di kuti 1118 UKM peserta mengisi 1200 booth yang terdiri dari 904 anggota ASEPHI, 214 Non Anggota, dan 61 peserta binaan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian BUMN dan Kementerian Hukum dan HAM, 35 BUMN, 255 peserta binaan Dinas/ Dekranasda dan dihadiri visitor tamu khusus internasional. Terdapat 133 peserta kategori Eksportir dan siap ekspor yang tersebar dengan tanda khusus di booth masing-masing. Pameran INACRAFT menargetkan 170.000 pengunjung.

Sementara itu itu ditemui di sela-sela acara pameran inacraft Ibu Eva Elia Jafar ibu Bupati Maluku Tenggara mengatakan dari tahun ke tahun penyelenggaraan pameran inacraft semakin baik. Sehingga daerah bisa memasarkan produk produknya untuk dikenal seluruh Indonesia bahkan ke manca negara.

Dengan adanya pameran inacraft yang kita ikuti ini mungkin seluruh Indonesia lebih mengenal Maluku. Dengan produk produk dan wisata dari 11 kabupaten/ kota semua wisatanya luar biasa,” bebernya.

Kami perkenalkan produk produk unggulan yang ada di provinsi Maluku. Maluku tenggara ada snack dari embal, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) ada kain tenun, Pulau Buru ada minyak kayu putih, kota Ambon sendiri punya kerajinan tangan dan batik Ambon. Minuman khas Ambon Gandaria,” pungkas Eva Elia.   *(LI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *